bungokab.go.id - Pada Hari Jum’at, 20 April 2018, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan memperingati Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang dihadiriolehIr. H.Harmadji (Staff Ahli Bupati), Muhammad Hasbi, SP., M. Si (Kepala Dinas), CamatBathin II Babeko, CamatPasarMuaraBungo, penyuluhpertanian se-KabupatenBungo, dansemua staffDinas. Dalamperingatanini, Dinas TPHP mengndangpenceramahdariKabupatenDharmasraya, Ustadz Dodi, L.C.


Acara ini sedianya akan dihadiri oleh Bupati dan Wakil Bupati Bungo, sehubungan dengan dinas luar daerah maka kehadiran beliau berdua diwakilkan oleh staff ahlibidang ekonomi, keuangan dan pembangunan, Ir. H. Harmadji. Acara peringatan Isra’ Mi’raj dimulai dengan pembacaan kalamillahi, kata sambutan Staff Ahli dan Sambutan Kepala Dinas dan dilanjutkan dengan pemaparan makna Isra’ Mi’raj.

Ustadz Dodi L.C memaparkanbahwaIsra’ dan mi’raj ini merupakan dua peristiwa. Pertama peristiwa yang terjadi di bumi, dan yang kedua peristiwa di luar angkasa. Isra adalah perjalanan Nabi SAW dari Masjidil Haram (di Makkah) ke Masjidil Aqsha (di Palestina). Mi'raj adalah kenaikan Nabi SAW menembus lapisan langit tertinggi sampai batas yang tidak dapat dijangkau oleh ilmu semua makhluk. Semua itu ditempuh dalam semalam. Sebagaimana dengan yang telah disampaikan melalui surah yang artinya :

Maha suci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah kami berkahi di sekelilingnya. Untuk kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda kekuasaan kami. Sesungguhnya Allah maha mendengar lagi maha mengetahui". (Q.S. Al-Isra: 1).

Dan sesungguhnya dia (Nabi Muhammad SAW) telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain, di Sidratul Muntaha. Di dekat (Sidratul Muntaha) ada syurga tempat tinggal. (Dia melihat Jibril) ketika Sidratul Muntaha diliputi oleh suatu selubung. Penglihatannya tidak berpaling dari yang dilihatnya itu dan tidak (pula) melampauinya. Sesungguhnya dia telah melihat sebahagian tanda-tanda (kekuasaan) Tuhannya yang paling besar.” (QS. An-Najm:13-18)


Ustad juga menyampaikan beberapa hikmah dari isra’mi’raj yaitu Bersihkan Jiwa Raga untuk Menghadap Allah SWT, kemudian Allah ingin menghibur nabi pada tahun ammul hazmi. Dakwah perlu pendukung, tidak bisa sendiri. Ketika Abu Thalib dan Siti Khadijah meninggal dunia, Nabi Muhammad SAW merasa sedih yang luar biasa sehingga tahun tersebut dinamakan amul hazmi (tahun kesedihan), yang aritinya bahwa berdakwah itu perlu pelindung/pendukung. Siti khadijah merupakan simbol seorang istri dan wanita nabi muhammad SAW yang dapat menunjang perjuangan beliau dalam berdakwah. Kemudian dengan adanya Isra’ mi’raj nabi muhammad SAW allah memberikan bukti kekuasaan allah SWT dengan memperlihatkan sebagian ayat (bukti) kekuasaan-Nya.

Terdapat beberapa hal yang dapat kita camkan dari peristiwa Isra’ Mi’raj antara lain Pertamasebagai seorang muslim selayaknya kita disiplin dalam semua hal, karena sholat merupakan perwujudan disiplin. Kedua, ujian keimanan. Hal terpenting dalam hidup kita adalah keimanan kepada Allah, siap mengikuti apapun yang menjadi perintah Allah dan siap meyakini apapun yang menjadi ketentuan Allah, karenasemuanyaBagi Allah adalahmudah. Ketiga, inspirasi bagi kaum perempuan adalah SitiKhadijah, yang selalu mendukung perjuangan seorang suami dengan segenap jiwa dan raga. FH

: tanpa label

Share this Pos