Bungokab.go.id, Jambi – Semarak budaya dan pariwisata Kabupaten Bungo kembali bergema. Mengusung tema “Tak Lekang Budayo Diterpa Zaman, di Bumi Langkah Serentak Limbai Seayun”, rangkaian kegiatan kebudayaan yang dipusatkan di Rumah Anjungan Bungo, Taman Mini Melayu (Eks STQ/MTQ Jambi), berlangsung meriah dan sukses, Jum'at (21/08/2026) Malam.

Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Gubernur Jambi Al Haris, ditandai dengan pemukulan rebana sebagai simbol dimulainya rangkaian kegiatan pelestarian budaya dan promosi pariwisata Kabupaten Bungo.

Pembukaan berlangsung semarak dengan nuansa budaya Melayu yang kental. Beragam pertunjukan seni tradisional, tari, musik tradisional, fashion wastra, hingga pawai budaya menjadi bagian dari rangkaian acara.

Kehadiran Gubernur Jambi Al Haris semakin menambah semarak kegiatan yang menjadi momentum penting dalam memperkenalkan kekayaan budaya Bungo kepada masyarakat luas.

Tak hanya dihadiri jajaran Forkopimda Provinsi Jambi dan Forkopimda Kabupaten Bungo, kegiatan tersebut juga mendapat perhatian dari sejumlah kepala daerah di Provinsi Jambi.

Sejumlah kepala daerah yang hadir di antaranya Wali Kota Jambi, Bupati Merangin, Wakil Bupati Tebo, Wakil Bupati Batanghari, serta Wakil Bupati Sarolangun.

Kehadiran para kepala daerah tersebut menjadi bukti kuat bahwa pelestarian kebudayaan dan pengembangan pariwisata merupakan bagian penting dalam membangun identitas daerah sekaligus memperkuat hubungan antardaerah di Provinsi Jambi.


Bupati Bungo H. Dedy Putra, S.H., M.Kn mengatakan, kegiatan tersebut bukan sekadar pertunjukan seni dan budaya, tetapi menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Bungo untuk menjaga warisan budaya agar tetap hidup dan dikenal oleh generasi muda.

“Kita ingin budaya Bungo tidak hanya menjadi kenangan, tetapi terus hidup dan berkembang di tengah masyarakat. Melalui kegiatan ini, kita memperkenalkan kembali kekayaan budaya Bungo kepada generasi muda sekaligus kepada masyarakat dari luar daerah,” ujar Bupati 

Menurutnya, tema “Tak Lekang Budayo Diterpa Zaman” memiliki makna bahwa kemajuan zaman tidak boleh membuat masyarakat kehilangan jati diri dan akar budayanya.

“Kemajuan zaman harus kita ikuti, tetapi identitas budaya jangan sampai kita tinggalkan. Justru budaya harus kita jadikan kekuatan untuk membangun daerah, termasuk dalam pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif,” Ungkapnya

Dedy juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Provinsi Jambi serta kehadiran para kepala daerah dan seluruh pihak yang telah ikut menyukseskan kegiatan tersebut.


Sementara itu, Gubernur Jambi Al Haris mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Bungo yang terus mendorong pelestarian seni dan budaya daerah melalui kegiatan yang melibatkan masyarakat secara langsung.

“Saya mengapresiasi kegiatan kebudayaan yang dilaksanakan Kabupaten Bungo ini. Kebudayaan adalah identitas kita. Jangan sampai anak-anak kita lebih mengenal budaya luar daripada budayanya sendiri,” ujar Al Haris.

Menurut Al Haris, kekayaan budaya yang dimiliki masing-masing kabupaten dan kota di Provinsi Jambi merupakan potensi besar yang dapat dikembangkan menjadi daya tarik wisata.

Rangkaian kegiatan Jambi Elok Nian juga menjadi ruang bagi para pelaku seni, budayawan, generasi muda dan pelaku UMKM untuk menampilkan kreativitas mereka.

Selain sebagai ajang pelestarian budaya, kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana promosi potensi wisata dan produk ekonomi kreatif Kabupaten Bungo.

Dengan mengangkat semangat “Bumi Langkah Serentak Limbai Seayun”, Pemerintah Kabupaten Bungo berharap kebudayaan dapat menjadi perekat masyarakat sekaligus menjadi salah satu kekuatan dalam mewujudkan Bungo yang semakin maju, berdaya saing dan tetap berakar pada nilai-nilai budaya lokal.(Ary/Kominfo)



: tanpa label

Share this Pos